Karya Tulis Ilmiah
IDENTIFIKASI Klebsiella pneumoniae DENGAN METODE KULTUR DAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) DARI SPESIMEN SPUTUM DI RS SILOAM KEBON JERUK
Klebsiella pneumoniame merupakan bakteri terbanyak menyebabkan pneumonia, baik pneumonia komunitas maupun pneumonia nosokomial. Identifikasi bakteri Klebsiella pneumoniae penting diperiksa untuk dapat menegakkan diagnosis dan mempercepat pengobatan pada kasus infeksi bakteri Klebsiella pneumonia. Dalam identifikasi Klebsiella Pneumonia dapat dilakukan dengan metode kultur dan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan hasil identifikasi bakteri klebsiella pneumoniae dengan metode kultur dan PCR pada spesimen sputum di RS Siloam Kebon Jeruk. Sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara total sampling, yaitu sampel sputum dari semua suspek pneumonia yang menjalani perawatan Januari - Juni 2023 sebanyak 16 sampel. Metode yang digunakan dalam pemeriksaan yaitu dengan kultur dan PCR, sedangkan metode untuk olah data yaitu paired T- Test. Hasil penelitian didapatkan 6 (37.5%) sampel ditemukan bakteri Klebsiella pneumoniae sedangkan 10 (62.5%) sampel tidak ditemukan bakteri Klebsiella pneumoniae, dan 3 (18.75%) sampel ditemukan bakteri Klebsiella pneumoniae sedangkan 13 (81.25%) sampel tidak ditemukan bakteri Klebsiella pneumoniae dengan metode PCR pada spesimen sputum di RS Siloam Kebon Jeruk. Terdapat perbedaan yang signifikan pada identifikasi Klebsiella pneumoniae dengan Metode Kultur dan PCR dari spesimen sputum karena penyimpanan spesimen yang terlalu lama dari setelah dilakukan pemeriksaan metode kultur hingga dilakukan pemeriksaan metode PCR.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain