Jurnal Ilmiah
Intervensi pemilihan penolong persalinan pada ibu hamil trimester 3
Pendahuluan: Angka kematian ibu masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, salah satunya dipengaruhi oleh pemilihan penolong persalinan. Intervensi melalui edukasi kesehatan terstruktur diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keputusan ibu hamil dalam memilih penolong persalinan yang aman.\\r\\nTujuan: Untuk menganalisis pengaruh intervensi pemilihan penolong persalinan pada ibu hamil trimester 3.\\r\\nMetode: Penelitian cross-sectional dengan metode one group pre-posttest, dilaksanakan pada bulan Januari-Agustus 2025 di Puskesmas Padarincang, Banten. Teknik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 50 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penolong persalinan, sedangkan variabel depeden ialah ibu hamil. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan Paired T-Test.\\r\\nHasil: Intervensi edukasi memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan keputusan pemilihan penolong persalinan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12.8 ± 2.4 pada pre-test menjadi 16.7 ± 2.1 pada post-test (p = 0.000). Skor sikap juga mengalami peningkatan dari 38.5 ± .6 menjadi 45.3 ± 4.9 setelah intervensi (p = 0.000). Keputusan pemilihan penolong persalinan tenaga kesehatan meningkat dari 3.1 ± 0.7 menjadi 4.5 ± 0.5 (p = 0.000).\\r\\nSimpulan: Intervensi edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan memperkuat keputusan ibu hamil untuk memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan.
Tidak tersedia versi lain